Prabowo >> Hati Hati Kau Para Media . Hati Hati Kau Ya .. Hati Hati !!! <<

Editor : Leodepari.

Media Patriot Jakarta |

 

Prabowo ” Itu banyak TV Ya …

Ntah ditayangkan apa gak ditayangkan gua gak tau itu …..

Para media ,.. Hati Hati Kami mencatat kelakuan kelakuan mu satu satu , kami bukan kambing kambing yang bisa kau atur , hati hati kau ya , hati hati kau….

Hal tersebut lah yang Viral di Media https://www.instagram.com/p/Bw6sJmElXiO/?igshid=4mg06b4j1p mengencai ucapan seoarang Capres Nomor Urut 2 Pada saat memperingati  Hari Buruh Internasional atau May Day 2019 yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Dalam pidatonya.

 

Dilansir dari : News.Detik.Com

Prabowo sempat bertanya apakah harus bicara apa adanya.

“Saudara-saudara, saya mau bertanya, saya berharap saya bicara apa adanya atau yang manis-manis? Berharap normatif atau apa adanya?” tanya Prabowo di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Massa buruh menjawab ‘apa adanya’. Prabowo juga sempat memperingatkan awak media yang hadir di lokasi.

“Itu banyak TV ya? Entah ditayangkan (atau) nggak ditayangkan, gue nggak tahu. Karena media, hati-hati, kami mencatat kelakuan-kelakuanmu satu-satu,” katanya.

Prabowo memperingatkan awak media untuk berhati-hati. Karena menurut Prabowo, suara rakyat adalah suara Tuhan.

“Kami bukan kambing-kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” ucap Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu juga sempat menyinggung kasus yang menyakiti hati dan akal sehat rakyat. Menurut Prabowo, rakyat tidak bisa dibohongi setiap saat.

“Ada kalanya, ada saatnya, rakyat itu mengerti, rakyat itu sadar, dan rakyat itu mengatakan ‘cukup, cukup sudah kebohongan, kecurangan’. Maling-maling berkuasa, cukup sudah rakyat Indonesia dikorbankan, cukup sudah harta rakyat diambil, cukup sudah penindasan kepada rakyat, cukup, cukup,” ungkap Prabowo.

Capres Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan dalam peringatan
“Dan kalau kau tidak mengerti kata cukup ya, itu media-media juga, gue salut sama lo masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah, hai media-media, kau ikut merusak demokrasi di Indonesia,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Comment